Cari Tahu, Maka Rasa Khawatir Ibu Tak Lagi Mengganggu

Baby. (n); a little bit of heaven sent down to earth.

That was only true. Rasanya tidak ada yang menandingi kemurnian raut polos seorang bayi yang dibawa sejak lahir, meluluhkan hati siapapun yang melihatnya. Menggemaskan.

Bagi ibu, selain rasa hangat dan gemas tersebut, pasti terselip sebuah rasa khawatir terhadap bayinya, sejak masih bayi kecil saat baru lahir, hingga beranjak besar. Terutama untuk ibu baru, yang bagaikan menjalani sebuah pekerjaan baru tanpa jobdesc yang jelas.

Menjadi ibu baru, kecemasan saat mengurus bayi baru lahir itu bahkan bisa seperti roller coaster, naik turun dalam waktu yang mendadak. Saat baru saja menjadi ibu, saya bisa terbangun dengan cemas -walaupun tingkat kecemasan yang biasa saja- jika ada suara gelisah sedikit saja dari bayi saya. Atau yang paling sering, adalah khawatir bayi saya jatuh dari tempat tidur, saat dia sudah lewat masa tidur di babybox-nya.

Satu hal yang saya pelajari, sebagai ibu baru, kita tidak secara natural mendapat segala pengetahuan tentang raising a baby/child. Kita harus belajar. Setelah memiliki bekal pengetahuan tersebut, paling tidak kita bisa mengurangi atau menyingkirkan banyak kekhawatiran yang tidak perlu. Kita tidak (perlu) lagi khawatir jika anak mengalami batuk pilek, tidak khawatir saat bayi belum mencapai perkembangan tertentu, dan lain sebagainya. Tidak khawatir, karena kita mengerti bagaimana penanganannya, tidak khawatir, karena kita mengerti bahwa hal-hal tersebut masih wajar. Mengubah kekhawatiran menjadi caring.

Tetapi yang namanya ibu, rasa khawatir itu bagaimanapun pasti selalu ada, dan kecenderungannya lebih banyak ibu-ibu yang justru khawatir berlebihan terhadap bayi/anaknya. Hal ini senada dengan riset dan temuan dari Sleek Baby, produk perawatan bayi terpercaya. Bayi berumur 0 sd 3 tahun daya tahan tubuh/imunitasnya belum terbentuk sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi bakteri, virus dan penyakit. Inilah yang paling memicu kekhawatiran ibu pada bayi dan balitanya.

sleek2
.
Dalam talkshow dan sharing session yang digelar Sleek Baby pada event Mother & Baby Fair lalu, salah satu narasumber yaitu dr. Lula Kamal, menjelaskan bahwa yang terpenting adalah bahwa ketika rasa khawatir itu muncul, bagaimana ibu dapat mengubahnya menjadi sikap caring; menjaga, melindungi dan mengatasi masalah. Bukan rasa panik berlebihan. “Karena itu support system bagi seorang ibu menjadi hal yang sangat penting, seperti orangtua, teman, referensi seperti majalah atau digital, hingga produk-produk yang berkualitas baik”.Salah satu permasalahan yang ‘akrab’ juga dengan bayi dan balita, adalah soal kulit. Mulai dari ezcema, alergi, hingga ruam popok! Jaman sekarang, masih adakah bayi yang tidak pakai popok sekali pakai? Mungkin sangat sedikit jumlahnya. Tapi coba kita pikir, kita yang dewasa saja saat mengenakan ‘diaper’ selama kurang lebih seminggu dalam satu bulan, ada rasa-rasa tidak enak kan?

Bayangkan dengan bayi yang harus pakai diaper terus menerus, selama setahun-dua tahun?! Bagaimana ya kulit pantatnya yang selalu bersentuhan dengan lapisan fabricated/ asing, yaitu disposable diaper. Padahal, seperti ditegaskan oleh Lula Kamal, kulit bayi itu lebih tipis dan rentan dibanding kulit dewasa.

Ruam popok, mungkin kita seringkali melihat gambaran kulit bokong atau lipatan paha bayi yang merah-merah, yang (pasti) terasa sakit jika disentuh. Mungkin saja bayi kita belum pernah sampai kondisi demikian, tetapi sering kan melihat kondisi kulit di sekitar area itu -setelah lepas popok- agak menebal, lembab, bahkan dengan ‘jejak’ garis tepi popok di sekitarnya. Kondisi seperti itu saja sudah sangat tidak nyaman lho, dan tanda-tanda akan ruam popok jika dibiarkan.

Jadi, mencegah dan menghindari ruam popok itu wajib! Jangan sampai bayi kita sampai merasakan ketidaknyaman atau bahkan kesakitan karena ruam popok yang diakibatkan oleh bakteri dan gesekan ketika menggunakan popok. Caranya, pakai diaper cream setiap kali ganti popok. “Cari diaper cream yang mengandung anti bakteri yang mampu melapisi kulit bayi hingga tidak terpapar langsung dengan gesekan diaper, kotoran serta bakteri. Dan penting bagi ibu untuk memperhatikan kandungan bahan alaminya”, lanjut Lula Kamal.

sleek1
.
Solusi ini yang dihadirkan oleh Sleek Baby, yaitu dengan produk barunya Sleek Baby Diaper Cream yang mengandung bahan-bahan natural terbaik, seperti ekstrak daun olive, camomile dan ekstrak bunga matahari serta ekstrak alpukat, shea butter dan argan oil. Semua bahan alami ini mengandung natural anti-irritant dan anti bakteri untuk melindungi kulit bayi dari ruam popok.
Dengan semua bahan alaminya, Sleek Baby Diaper Cream memiliki formula paling aman bahkan untuk bayi baru lahir, dengan pH 5.5. Sleek Baby Diaper Cream juga telah melalui uji dermatologi dan klinis yang terbukti ampuh untuk mencegah dan memulihkan ruam popok, dan juga melindungi kulit bayi dari bakteri.
.
Well, now just like me, you DO realize that we need to protect our babies from diaper rash, don’t you? Then one worry, solved! 
sleek3

ketupatkartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *